Friday, 29 May 2015

Biarkan

Biarkan aku sejenak saja merenungi mimpi yang hancur berantakan. Biarkan aku duduk diam di tepian senja dan bersedu sedan.


Tidak apa-apa, hanya butuh waktu sendiri.

Bukan untuk dinasehati, aku tidak senaif itu.

Biarkan aku memandangi laut yang tak kuasa terseberangi. Biarkan aku menjadi manusia biasa yang bisa rapuh ketika keadaan menjadi berat.

Tidak apa-apa, hanya butuh waktu sendiri.

Esok aku akan baik-baik saja. Bukankah selalu seperti itu?

# Siladen, North Celebes, Indonesia, July 2013


-- Fiersa Besari--

Re-read, re-write,

29 Mei 2015
#31harimenulis

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home